semuaa orang berhak mempunyai impian, termasuk aku. banyak sekali impian yang ingin aku wujudkan masih dalam rangka "membahagiakan orangtua". sekarang lagi demen - demennya bayangin pake toga, suka gemeteran sendiri pas bikin proposal skripsi, dan banyak hal absurd lainnya kalo udah nyangkut mimpi ini. oke jadi sarjana, jadi guru, itu udah masih dalam rangka "membahagiakan orangtua". tapi ada satuuu, satu keinginan yang sangat - sangat aku pengen, tentang mimpiku sendiri dan membahagiakan diriku sendiri, yaitu . . . jeng jengg. . . SEKOLAH IMPIAN, MY DREAM SCHOOL !
sengaja digedein biar keliatan keren, sekeren yang lagi nulis. Ehm.
dream school. pas lagi ngomong dream school, yang kebayang disini bukan mobil audi R8 yang nangkring di parkiran. ato cowok populer disekolah macem Goo Jun Pyo dkk, sama sekali bukan. trus apa dong apa dong? tapi coba deh liat gambaran sekolah impianku yang kurang lebih kayak gini :
keren udahan dari depannya aja,
nah yang paling pneting dan sangat penting, aku pengen banget bikin sekolah dimana siswanya itu "addicted" alias kecanduan buat sekolah. nggak kenal namanya boring, semua harus fun ! sekolah bukan sesuatu yang membebani, tapi menjadi sesuatu yang dirindukan. dan ini nih nggak gampang ! masih inget kan modelan sekolah jaman sekarang kebanyakan gurunya ngomoooooong mulu, kita berasa lagi dengerin radio dengan frekuensi yang salah. alhasil, sumpek rasanya ! belum lagi kalo ada guru yang modelan sok iye, sok killer, bener - bener purba banget kalo yang modelan kayak gini. dipikir keren apa ya ditakutin murid tuh. ditakutin tapi nggak disegani kan percuma. kalo takut, iya didepan kita takut, dibelakang kita puas - puas aja jelek - jelekin tu guru. beda kondisinya kalo segan, kalo kita segan, mau didepan atau dibelakang kita tetep menghormati dan menghargai guru itu. nahhhh, buat jadi yang beginian nih yang gak gampang !
eh coba liat ni gambar lagi :
liat tuh, siswanya belajar langsung dialam tanpa dibatasi tembok - tembok yang membosankan. seperti kehidupan kita yang selalu dipaksa masuk dalam 'kotak - kotak presepsi" kita. ada yang mengkotakkan dalam agama, dalam ras, dalam tingkat intelektual, dalam kedudukan sosial, dan itu semuaa SO LAST YEAR! aku pengen siswa yang belajar itu merasakan FREEDOM atau kebebasan. kebebasan yang bertanggung jawab. mereka mau pake baju apa, mereka mau dateng naek apa, mereka mau duduk model gimana, terserah. yang penting mereka tau ilmu dan mereka bisa menerapkannya ke lingkungan biar mereka jadi manusia yang bermanfaat. percuma pinter, banyak ilmu, kalo nggak bisa berbagi dan nggak ada manfaat buat orang lain. :)
aku masih inget banget, jaman masih bocah, masih sekolah. banyak tuh yang ngikut les guru, cuman buat dapet bocoran soal. Dan aku sendiri pernah dapet jeblok gara - gara nggak ngikut lesnya guru itu, padahal nilai ulanganku aja lebih bagusan daripada temen - temen yang les itu. sekolah jadi tempat buat jualan nile, itu yang bikin aku tambah miris. nggak ngeh aja, kan guru itu fungsinya pendidik, bukan sekedar mengajar. guru itu nanamin moral, bukan sekedar transfer ilmu. aku pengen punya sekolah dimana sekoalh itu menghargai suatu proses dan melibatkan siswa itu dalam prosesnya. seseorang agar dapat tumbuh dewasa harus mengalami beberapa siklus dalam kehidupannya, meski diantaranya kadang harus melewati sesuatu yang menyakitkan. seperti emas yang ditempa, seperti pohon beringin yang tumbuh menjadi kokoh, semua butuh proses dan waktu lama. jangan membiasakan siswa dengan sesuatu yang instan, layaknya mie instan. dampaknya buruk juga kan ?
makanya, aku harus berwawasan luas. karena aku nantinya akan menjadi guru juga setelah menyelesaikan studyku di salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. untuk generasi muda yang #okesip, gurunya juga harus punya mindset #okesip juga dong. nggak kayak katak dalam tempurung. yang nantinya bisa bikin siswanya kecanduan buat belajar dan terus belajar.
selain itu harus pantang menyerah. punya mimpi yang sederhana tapi beribet gini nggak mudah, dan aku tau, konsekuensinya cobaan yang aku alami pun nggak bakal mudah. menurut Hukum Anindhyta 1, cobaan berbanding lurus dengan besarnya mimpi. semakin besar mimpi, semakin banyak cobaan. realistisnya, usahaku harus besar juga, dan nggak boleh menye - menye buat ngejar mimpi ini. kita diciptakan bukan untuk merengek, kan ?
harapannya sekolah ini bisa digunakan buat mereka - merak yang bener - bener membutuhkan tapi nggak punya biaya. otomatis ku harus sukses dulu lah ya, biar bisa membangun konsep sekolah yang kayak gini. makanya kalo mau give up sama tugas - tugas kuliah, ujian, ato apalah, langsung kebayang mimpi ini, kebayang wajah - wajah ceria anak - anak, ilang deh semua beban. kalopun harus bersusah - susah sekarang, Tuhan pasti janjikan balasan yang sepadan ! yaitu tawa candaanak - anak yang menuntut ilmu.
semoga ini benar - benar terwujud beberapa taun lagi :)
amiiiiiiin :)
bismillahirrahmanirrahim :)
Sabtu, 19 Mei 2012
SHOOT ON CAMERA
beberapa waktu ini, lagi rajin - rajinnya hunting. lumayan sih dapet beberapa pict yang lumayan enak diliat
check this !
ini lokasinya nggak jelas dimana tempatnyam yang pasti dari jembatan ini viewnya bagus banget. bisa liat jelas WADUK GAJAH MUNGKUR.
nah kalo yang ini, di manahan, ada beberapa foto lain sih, kayak gini nih
ini yang capture fotonya adek gue, namanya Agas. ini nih bocahnya
ini bocah baek banget kalo masalah foto - fotoin gue, hahahahhahahahaa !!!!
thanks lil bro !
ada lagi nih, ummm ini pas lagi di deket sawah sawah, rumput - rumput, lupa juga nama daerahnya
check this !
ini lokasinya nggak jelas dimana tempatnyam yang pasti dari jembatan ini viewnya bagus banget. bisa liat jelas WADUK GAJAH MUNGKUR.
nah kalo yang ini, di manahan, ada beberapa foto lain sih, kayak gini nih
ini yang capture fotonya adek gue, namanya Agas. ini nih bocahnya
ini bocah baek banget kalo masalah foto - fotoin gue, hahahahhahahahaa !!!!
thanks lil bro !
ada lagi nih, ummm ini pas lagi di deket sawah sawah, rumput - rumput, lupa juga nama daerahnya
Jumat, 18 Mei 2012
SAHABAT
Apa sih yg pertama kali kebayang pas denger kata sahabat ? Yapp, of course wajah wajah mereka yang selama ini selalu bersama kita, suka duka ! Banyak orang bisa jadi temen kita, tapi hanya beberapa yang mampu menjadi sahabat kita. Apalagi macem fake friends, bejibun ! Yang datang karena ada maunya, dan pergi ketika kemauaannya udah kepenuhi
Rasanya nyesek, kayak asma level 10 ! Kesedak mie cabe level 6! Ngga enak bgt pas harus pisah sama sahabat - sahabat. Mimpi yang berbeda, menuntut kami utk berada di tempat yang berbeda, dan memaksa kami berdamai dengan jarak dan waktu yang entah sampai kapan. Awalnya aneh, strange, ketika mereka yang biasanya ada didepan mata dan bisa dilihat nyata, sekarang hanya bisa ditemukan lewat handphone dan social media. Tapi mereka selalu ada dalam setiap jejak rekam hidupku,
Berikut kenapa mereka selalu terekam dalam memori dan ingatanku :)
1. Sahabat ada dia yang datang, dan tetap tinggal
Banyak orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita, tetapi sahabat adalah mereka yang tetap tinggal dengan kita nggak peduli seperti apapun kita dan keadaan kita. Mereka yang datang tanpa maksud apa apa, dan hanya membawa ketulusan. Karena ketulusan itulah, mereka akan tetap tinggal bersama kita sekalipun kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai mereka harapkan. Mereka akan memahami itu sebagai suatu kewajaran, dan bukan alasan untuk meninggalkan bahkan menjelek - jelekkan kita di hadapan oranglain
2. Sahabat adalah mereka yang mampu mengingatkan, bukan membenarkan setiap langkah kita
Manusia melangkah, kadang benar kadang salah. Krn manusia bukan malaikat, manusia hanya manusia. Yang kadang salah. Sahabat yang baik, akan mengingatkan kita ketika kita melakukan kesalahan tanpa menghakimi atau mendikte kita. Sahabat akan memberikan kesempatan kita untuk memilih mana yang terbaik untuk kita, mendukung setiap pilihan kita, dan selalu siap menopang kita ketika pilihan yang kita pilih salah.
3. Sahabat adalah mereka yang percaya dan dapat dipercaya
Sahabat adalah mereka yang percaya pada kita nggak peduli apa yang orang bilang tentang kita, karena pada dasarnya mereka lebih mengerti tentang kita luar dalam. Mereka juga dapat dipercaya ketika kita menceritakan sebuah cerita untuk mereka simpan, bukan membeberkannya kepada orang lain. Kepercayaan itu mahal harganya, sekali sudah terlukai, tdk akan kembali seperti dulu lagi. Itu kenapa ada istilah forgiven but not forgotten.
Sabtu, 24 Maret 2012
JENAHARA = JEHANARA
Today, i'd like to tell about an inspiring person. that was JENAHARA !!!!
jehanara, cantik, pintar, dan punya "brand" sendiri. anak dari pasangan keenan nasution dan Ida Royani ini emang udh famous dikalangan hijabers. ini nih, ketuanya Hijabers Comunity. Jehan sendiri pengen ngubah mindset orang - orang kalo "jilbab" itu nggak membatasi ruang gerak seseorang, justru jilbab bisa membuat wanita lebih produktif, aktif, dan menginspirasi bagi sesamanya. nah, tapi ada aja kan pandangan miring orang - orang yang mengecam semua ini cuman sebatas "fashion" aja. alhasil jadilah Hijabers Community (HC) memang baru berdiri pada November 2010.
jehanara, cantik, pintar, dan punya "brand" sendiri. anak dari pasangan keenan nasution dan Ida Royani ini emang udh famous dikalangan hijabers. ini nih, ketuanya Hijabers Comunity. Jehan sendiri pengen ngubah mindset orang - orang kalo "jilbab" itu nggak membatasi ruang gerak seseorang, justru jilbab bisa membuat wanita lebih produktif, aktif, dan menginspirasi bagi sesamanya. nah, tapi ada aja kan pandangan miring orang - orang yang mengecam semua ini cuman sebatas "fashion" aja. alhasil jadilah Hijabers Community (HC) memang baru berdiri pada November 2010.
(the beauty Jehan)
HC memang dibentuk dari orang - orang yang suka nonton fashion show, makanya nggak heran kalo mereka juga fashionable. biar enggak kesannya melulu fashion amakanya di HC itu ada pengajian sama sharing antar anggota buat nambah wawasan.
beberapa foto yang diambil dari http://www.tifanianglila.com/
nah, siapa coba yang nggak suka liat orang talented dan berjilbab kayak gitu. ya orang sirik sih mesti ada, dibilang "ikut-ikutan trend" ato"jilbab cuman buat trend" aja. yang penting kan niatnya kita dulu apa, kalo niat kita emang karena kita pengen berjilbab dan TUHAN TAU ITU, who cares? orang boleh bilang apa aja, tapi kita juga berhak untuk mendengarkan apa yang "pantas" kita dengar. nggak perlu ribetlah. lagian nggak ada gunanya mempertanyakan atau mengomentari "kadar keislaman" orang lain, kayak yang ngomentarin udah bener aja.
makanya Ladies, jangan takut untuk berusaha menjadi lebih baik. jadi muslimah yang berwawasan luas, yang mengisnpirasi sekitar, fashionable, smart, energetic, dan biarkan dunia melihatmu !!!!
untuk semua niat yang baik, Tuhan pasti bakal ngasih jalan
tengkyu Jehanara for the inspiraton :)
INDONESIA MENGAJAR
pernah dengar soal Anis Baswedan ?
pernah dengar tentang guru yang dikirimkan ke daerah daerah pelosok ?
yapp, benar. INDONESIA MENGAJAR !
Semua proses di atas, secara perlahan membentuk ide besar Gerakan Indonesia Mengajar.
Daftarlah menjadi Pengajar Muda, jika Anda memiliki kepedulian sosial serta bisa mengedepankan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman berorganisasi atau kegiatan lain. Semangat juang, kemampuan adaptasi yang tinggi, menyukai tantangan dan kemampuan problem solving serta mampu menghargai dan berempati terhadap orang lain adalah bekal penting yang perlu dimiliki oleh seorang Pengajar Muda.
Syarat utama untuk menjadi Pengajar Muda adalah Warga Negara Indonesia, belum menikah dan sehat secara fisik dan mental serta bersedia ditempatkan di daerah terpencil selama satu tahun. Diutamakan fresh graduate atau kurang lebih 2 tahun setelah lulus dari berbagai disiplin ilmu, usia diutamakan di bawah 25 tahun dan memiliki IPK atau nilai akademis yang baik.
pernah dengar tentang guru yang dikirimkan ke daerah daerah pelosok ?
yapp, benar. INDONESIA MENGAJAR !
'Berhenti mengecam kegelapan. Nyalakan lilin."
Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.
begitulah slogan dari Indonesia mengajar. sekarang ini banyak orang, bahkan mungkin terlalu anyak orang yang berkoar - koar dijalan menyerukan perubahan. melotrkan kritik yang kadang tanpa alternatif. sodorkan penyelesaian, jangan sodorkan permasalahan ! mengubah sistem ngak bisa dilakukan dalam sehari saja, butuh proses dan waktu yang cukup lama. mulailah dari hal kecil, mulailah dari dirimu sendiri sesuatu yang besar itu diawali dari sesuatu yang kecil. negeri ini besar, sumber daya alamnya besar, namun sayangnya penduduknya masih banyak yang berpikiran "kecil" . pikiran kerdil inilah yang menghambat perkembangan bangsa.
INDONESIA MENGAJAR tidak lepas dari peranan tangan dingin Anies Baswedan. Pada dekade 1990-an, Anies adalah mahasiswa dan aktivis di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia adalah Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM dan terlibat di berbagai aktivitas kemahasiswaan. Pada masa itu, ia bergaul dan belajar banyak dari seorang mantan rektor UGM periode 1986-1990: Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri (Pak Koes). Pak Koes, seorang keturunan ningrat dari Tasikmalaya, adalah eks Tentara Pelajar yang pasca-revolusi kemerdekaan menjadi mahasiswa di UGM yang baru berdiri di Jogja.
Pada tahun 1950an, Pak Koes menginisiasi sebuah program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), yakni sebuah program untuk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khususnya di luar Jawa. Dalam beberapa kasus, PTM ini justru mendirikan SMA baru dan pertama di sebuah kota kabupaten. Pak Koes adalah inisiator sekaligus salah satu dari 8 orang yang menjadi angkatan pertama PTM ini. Beliau berangkat ke Kupang dan bekerja di sana selama beberapa tahun. Sepulangnya dari Kupang, ia mengajak serta 3 siswa paling cerdas untuk kuliah di UGM. Salah satunya adalah Adrianus Mooy yang di kemudian hari menjadi Gubernur Bank Indonesia. Cerita penuh nilai dari PTM inilah salah satu sumber inspirasi bagi Indonesia Mengajar.
Semasa mahasiswa sampai pasca kepulangan dari kuliah di Amerika Serikat, Anies sering melakukan perjalanan, berinteraksi dan tinggal di daerah atau lingkup budaya berbeda.Waktu kuliah, ia tinggal di daerah lain--walau hanya beberapa bulan--semasa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia juga sering melakukan perjalanan riset terkait pekerjaannya sebagai peneliti dan penasehat di sebuah lembaga di Jakarta, dan terkadang tinggal dan berinteraksi dengan berbagai unit budaya di Indonesia maupun di luar negeri.
Pengalaman tersebut membawa Anies pada beberapa hasil perenungan:
- Janji Kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak diterima merata di penjuru Tanah Air. Sebagian sudah lunas terpenuhi janjinya dan sebagian lainnya belum.
- Tinggal dan berinteraksi akan memberikan pengalaman kepemimpinan nyata dan pemahaman empatik yang tinggi bagi yang melaluinya. Inilah salah satu rujukan tumbuhnya ide Indonesia Mengajar.
"Dengan kompetensi global beserta pemahaman akar rumput, Indonesia akan sanggup berpijak dan mengabdi bagi kepentingan nasionalnya di tingkat dunia, demi memenuhi semua janji kemerdekaan bagi rakyatnya"
Selepas dari UGM, Anies Baswedan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Tinggal, belajar dan bekerja di sana membuatnya memahami bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di lingkungan global.
Tetapi, kompetensi kelas dunia saja tak cukup. Anak-anak muda Indonesia harus punya pemahaman empatik yang mendalam seperti akar rumput meresapi tanah tempatnya hidup.
BERGABUNG DENGAN INDONESIA MENGAJAR ?
ada 3 cara, yaitu menjadi pengajar, menjadi penyala, dan menjadi mitra.
MENJADI PENGAJAR
Anda ingin membantu secara langsung mendidik anak-anak negeri ini? Indonesia Mengajar mengundang Anda: generasi terbaik bangsa ini untuk ikut menjadi bagian penting upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Mari menjadi Pengajar Muda!
Indonesia Mengajar mengajak Anda yang memiliki semangat mengabdi dan cita-cita tinggi untuk memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak sampai ke pelosok Indonesia untuk mengabdi selama 1 tahun menjadi Pengajar Muda.Daftarlah menjadi Pengajar Muda, jika Anda memiliki kepedulian sosial serta bisa mengedepankan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman berorganisasi atau kegiatan lain. Semangat juang, kemampuan adaptasi yang tinggi, menyukai tantangan dan kemampuan problem solving serta mampu menghargai dan berempati terhadap orang lain adalah bekal penting yang perlu dimiliki oleh seorang Pengajar Muda.
Syarat utama untuk menjadi Pengajar Muda adalah Warga Negara Indonesia, belum menikah dan sehat secara fisik dan mental serta bersedia ditempatkan di daerah terpencil selama satu tahun. Diutamakan fresh graduate atau kurang lebih 2 tahun setelah lulus dari berbagai disiplin ilmu, usia diutamakan di bawah 25 tahun dan memiliki IPK atau nilai akademis yang baik.
JADI PENYALA
Melalui Indonesia Menyala, mari menjadi "Penyala." tidak sekedar menggalang buku tetapi menggalang orang. Mari bergabung, bahu membahu mengembangkan perpustakaan di sekolah dan desa-desa Pengajar Muda bertugas. Mari bersama membuat Indonesia lebih menyala melalui buku-buku berguna.
Bentuk kontribusi yang dapat diberikan:
1. Donasi buku
Anda dapat memberikan buku anak – baru maupun lama yang masih layak pakai – kepada kami. Jenis bukunya diutamakan buku/materi yang mendidik:

semua info dan penjelasan dapat dilihat langsung di websitenya http://indonesiamengajar.org/
tunggu apalagi ??? berikan kontribusi nyatamu untuk negaramu !!!!!!! SAVE INDONESIA
Anda dapat memberikan buku anak – baru maupun lama yang masih layak pakai – kepada kami. Jenis bukunya diutamakan buku/materi yang mendidik:
- Komik anak (non-serial cantik dan non-dewasa).
- Komik edukasi.
- Novel anak.
- Buku cerita/dongeng anak (termasuk di dalamnya, cerita rakyat, buku cerita bergambar, dll.).
- Buku pelajaran SD (diutamakan kurikulum terbaru).
- Buku pengetahuan (ensiklopedi, buku asal-usul/penemuan sesuatu, RPUL, NatGeo dll.)
- Buku keagamaan untuk anak.
- Majalah anak.
- Atlas dan Peta.
- Mainan edukasi.
- Video dokumenter pengetahuan.
- Dan lain-lain.
2. Donasi dana
Anda dapat memberikan donasi berupa uang tunai, yang dikirimkan ke rekening Indonesia Mengajar bagian perpustakaan, yaitu:Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar
No. Rekening : 0651 – 01 – 005686 – 50 – 3
Nama Bank : Bank BRI – KCP CIKAJANG
3. Tenaga
Jika Anda berhalangan untuk memberikan donasi buku/materi. Anda dapat memberikan kontribusi berupa tenaga:- Distribusi – Misal, kota domisili Anda terletak dekat dengan daerah yang akan dibantu. Maka anda dapat membantu kita mengambil kargo pengiriman buku di kota domisili Anda dan membantu mendistribusikannya ke daerah sasaran.
- Penyortiran dan penghitungan buku.
- Komunitas – Anda dapat membantu membuat komunitas sesama Penyala di kota domisili Anda, namun tetap berada dibawah naungan Kelompok Kerja tertentu.
- Posko – Anda dapat membantu membuat posko di lingkungan Anda dengan mengkoordinasikan kegiatan tersebut terlebih dahulu dengan Kelompok Kerja yang Anda ikuti.
- Dan lain-lain.
4. Ide
Anda dapat memberikan kontribusi berupa ide/saran/usul dan bahkan nama perpustakaan milik kita bersama melalui diskusi internal Kelompok Kerja daerah.5. Kontribusi lainnya
Masih banyak kontribusi lain yang dapat Anda lakukan sebagai Penyala, salah satunya dengan mempromosikan dan mengajak rekan kerja, teman, keluarga dan lain-lain untuk bergabung bersama kita memajukan pendidikan Indonesia.MENJADI MITRA
Indonesia Mengajar mengundang berbagai individu, lembaga dan perusahaan untuk mendukung visi dan misi gerakan ini. Dengan menjadi mitra Indonesia Mengajar, Anda telah membantu melunasi janji kemerdekaan kita: mencerdaskan kehidupan bangsa. Bagi perusahaan maupun individu yang ingin turut mendukung Gerakan Indonesia Mengajar, silahkan hubungi kami di: partnership@indonesiamengajar.org
semua info dan penjelasan dapat dilihat langsung di websitenya http://indonesiamengajar.org/
tunggu apalagi ??? berikan kontribusi nyatamu untuk negaramu !!!!!!! SAVE INDONESIA
aku Islam, dan caraku mengenal Islam :)
Ini bahasan paling sensitive bagi kebanyakan orang, karena menyangkut. SARA. Well, kalo ada salah kata ataupun perbedaan presepsi, sorry before. It’s only about my opinion.
Aku Islam yang hidup di Negara yang meyakini adanya 5 agama, Indonesia. Sudah 21 taun aku memeluk dan meyakini agama ini, dan aku sampai saat ini (masih) belajar untuk mencoba memaknai setiap scenario-Nya.
Aku Islam sejak lahir karena memang aku dilahirkan dari orangtua Islam semua. Tapi aku hidup dalam lingkungan yang "plural” karena ada keluarga besarku juga ya beragama Katholik serta Kristen. Aku juga tidak membatasi pergaulanku dengan orang lain hanya karena agama. Karena Aku yakin Allah tidak melarangku untuk bergaul dengan siapapun, bukankah semua manusia itu sama ? haruskah kita bergaul terkotak – kotak dalam batasan “agama”. Aku ingin menerapkan konsep “nyaman” ini kepda mereka – mereka yang seagama maupun brbeda agama denganku. Karena kasih sayang Allah tidak mengenal perbedaan, itu yang aku tau :)
Aku Islam, tetapi yang aku tau sejak kecil aku di ajarkan untuk tidak mempertanyakan “kadar keislaman” atau “kadar keagamaan seseorang. “kadar” hanya dapat terlihat dalam hubungan vertical antara manusia itu dengan Allah sendiri, sedangkan pada sesama manusia, kadar itu tidak terlihat. karena apa? Karena hanya Allah yang berhak menghakimi, bukan kita sebagai sesame=a hamba. Itu yang selalu aku ingat.biarlah seseorang beribadah sesuai dengan keyakinannya, sesuai dengan caranya. kata ayah, manusia itu unitasmultiplex, nggak ada yang sama
Aku menikmati ibadah itu sebagai kebutuhanku, karena aku butuh. Aku btuh untuk bercerita pada Allah. Kalo nggak cerita, aku bisa kehilangan arah. Bukan cuman sekedar “kewajiban” saja. Dan selalu saja, Allah dengan caranya selalu menyayangi juga menegurku bila aku tidak pada tempatnyaa
Mengerjakan sesuatu yang baik dan terlihat itu, baik. Tapi mengerjakan sesuatu yang baik dan tidak terlihat itu jauh lebih baik. Karena ketika kit bisa melakukannya, kita belajar mengenai konsep “tulus” itu sendiri. Kita hanya mengharapkan balasan dari-Nya, bukan pujian dari sekitar. Kerjakan ibadah karena Allah, bukan karena ingin dilihat oranglain. Biarkan Allah memandangmu diantara sekian banyak umat-Nya, senangkanlah hati Allah .
Aku Islam dan Allah pun dengan nyata mengajarkan padaku, “barangsiapa menyakiti sesama Muslim, maka dia Menyakiti-Ku”. Allah tidak mmperbolehkan kita menyakiti sesama muslim bahkan bukan muslimpun kita tidak boleh menyakiti, kecuali jika meman dalam keadaan terdesak misalnya akan dibunuh. Lantas mengapa orang – orang itu melakukan tindakan anarkis dan membawa nama “muslim”. Mereka muslim? Sampai ada tindakan yang menurtku bego banget, mengharamkan konser Lady Gaga. Loh, udah berasa jadi Tuhan ya sekarang? Bisa mengharamkan? LOL ! realistis aja, Lady Gaga bukan penganut Islam. Bagi kita “salah” bukan berati bagi dia “salah”. apa Al –Kafirun kurang jelas dalam menjelaskan “bagimu agamamu, bagiku agamaku”? jangan menimbulkan “sosok” seolah Islam itu anarkis, gimana pemeluk agama lain mau menghargai kalo kita juga nggak mau mencoba menghargai? Simpelnya, kalo itu nggak baik buat kita, yaudah sih gausah nonton. Ribet amat -_-“
Gatau kenapa lama – lama orang sekarang ini jadi makin bakat jadi komentator hidup orang lain. Berkata – kata seolah mereka Tuhan yang selalu benar, dan yang lain salah. Apa mereka nggak nyadar kalo mereka juga punya kekurangan yang mungkin oranglainpun nggak suka. Kenapa ngga nyoba buat saling menghormati privasi masing – masing, menghargai kepercayaan masing – masing, dan berkonsentrasi untuk memberi arti kepada sekitar daripada berkonsentrasi untuk “memperjelas” perbedaan yang pada akhirnya hanya menimbulkan permusuhan. Pada Tuhan sangat membenci “permusuhan” . Tidak perlu berebut menjadi yang “terbaik” tapi lakukan yang paling baik demi kedamaian dunia dan kebersamaan :)
Yuk, mar kita renungkan lagi :)
Sabtu, 17 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)










